Prefektur Mie Bidik Wisatawan RI untuk Pengalaman Wisata Lebih Seru di Jepang

Ilustrasi: Prefektur Mie Bidik Wisatawan RI untuk Pengalaman Wisata Lebih Seru di Jepang.
Foto: Ilustrasi AI / Japan Populer
JAPANPOPULER.COM - Prefektur Mie tengah membidik wisatawan Indonesia sebagai salah satu pasar yang digarap serius, dengan tawaran pengalaman wisata yang dinilai lebih seru dibanding rute-rute konvensional di Jepang. Bagi pelancong dari Tanah Air, ketertarikan Mie masuk akal: dalam satu prefektur, ada kuil paling sakral di Jepang, kampung ninja, pantai beriak, dan sapi wagyu yang namanya bergema di meja-meja restoran dunia.
Selama ini, wisatawan Indonesia yang terbang ke Jepang cenderung menumpuk di Tokyo, Osaka, dan Kyoto. Mie menawarkan alternatif yang lebih tenang tanpa harus mengorbankan kedalaman pengalaman. Letaknya di antara Nagoya dan Osaka, sehingga prefektur ini bisa diselipkan ke dalam itinerary Kansai maupun Chubu tanpa perlu merombak rencana perjalanan dari nol.
Kenapa Mie Mulai Dilirik
Mie punya keunggulan yang jarang dimiliki daerah lain: jarak antardestinasi relatif dekat, tetapi karakter tiap kawasan berbeda. Bagian utara dekat Nagoya terasa industrial dan modern, sementara bagian selatan menghadirkan pesisir, pulau kecil, dan hutan yang masuk kawasan taman nasional.
Bagi wisatawan Indonesia, faktor kenyamanan juga penting. Mie tidak sepadat Kyoto pada musim puncak, sehingga antrean di kuil, stasiun, atau restoran cenderung lebih longgar. Ini cocok untuk keluarga dengan anak kecil, lansia, atau siapa pun yang ingin perjalanan lebih santai.
Ise Jingu, Titik Nol Perjalanan Spiritual
Ise Jingu adalah alasan utama banyak orang datang ke Mie. Kompleks ini terdiri dari dua kuil utama, Naiku dan Geku, dan menjadi salah satu situs paling dihormati di Jepang. Tradisi menariknya, bangunan utama dibangun ulang secara berkala sebagai bagian dari ritual yang diwariskan turun-temurun.
Kawasan sekitar Ise juga enak dijelajahi dengan berjalan kaki. Jalan menuju Naiku dipenuhi toko oleh-oleh, kedai mochi, dan rumah makan yang sudah beroperasi lama. Untuk wisatawan yang ingin merasakan Jepang tanpa keramaian ekstrem, pagi hari adalah waktu terbaik.
Iga dan Jejak Ninja yang Bisa Dicoba Sendiri
Iga dikenal sebagai salah satu pusat tradisi ninja di Jepang. Di kawasan ini ada museum yang mengangkat sejarah dan teknik ninja, plus bangunan bersejarah seperti kastil di Ueno yang ikonik dengan atap bergaya khas.
Yang membuat Iga menarik untuk wisatawan keluarga adalah sifatnya yang interaktif. Pengunjung tidak sekedar melihat pajangan, tetapi juga bisa mencoba atraksi bertema ninja. Kota ini juga dikenal sebagai tempat lahir penyair Matsuo Basho, sehingga ada lapisan budaya yang lebih dalam bagi yang ingin menyusuri lebih jauh.
Kuliner: Matsusaka dan Hidangan Pesisir
Matsusaka beef adalah nama besar berikutnya. Bersama beberapa jenis wagyu lain, daging ini dianggap sebagai salah satu yang terbaik di Jepang karena tekstur dan kandungan lemaknya. Harganya memang tidak murah, tetapi banyak restoran menyediakan porsi kecil atau menu lunch yang lebih ramah kantong.
Selain daging, Mie punya hidangan laut dari kawasan Ise-Shima, mulai dari lobster hingga kerang. Ada juga oleh-oleh legendaris berupa mochi manis berwarna merah kecokelatan yang sudah menjadi ikon oleh-oleh dari Ise. Untuk perencanaan makan dan rute antar-kota, banyak traveler RI terbiasa menjadikan Osaka sebagai basis sebelum bergerak ke prefektur sekitarnya.
Ise-Shima, Toba, dan Budaya Ama
Ise-Shima adalah kawasan pesisir dengan teluk beriak yang membentuk pulau-pulau kecil. Pemandangannya berbeda dari gambaran Jepang yang biasanya muncul di brosur wisata. Di sini wisatawan bisa naik perahu, mengunjungi pulau, atau sekadar menikmati jalan pesisir.
Di Toba, ada museum akuarium besar yang menjadi favorit keluarga, serta kawasan yang lekat dengan sejarah budidaya mutiara. Salah satu daya tarik budaya yang khas adalah tradisi penyelam perempuan, atau ama, yang turun ke laut untuk mencari hasil laut. Beberapa penginapan menawarkan pengalaman menginap bernuansa tradisional di kawasan ini.
Suzuka dan Wisata Musiman
Bagi penggemar otomotif, nama Suzuka sudah tidak asing karena sirkuitnya yang terkenal di dunia balap. Sementara itu, di Kuwana terdapat taman dengan pertunjukan cahaya musim dingin yang menjadi salah satu yang terbesar di Jepang dan selalu ramai pada musimnya.
Kombinasi ini menunjukkan bahwa Mie bukan hanya destinasi religi dan alam. Prefektur ini bisa dipakai untuk perjalanan bertema, misalnya wisata kuliner, wisata keluarga, atau wisata foto.
Akses dan Catatan Praktis
Secara umum, Mie paling mudah dijangkau dari Nagoya dan Osaka dengan kereta maupun bus. Dari kedua kota itu, tersedia layanan menuju Ise, Tsu, dan kawasan lain di Mie. Karena rute dan jadwal bisa berubah, sebaiknya periksa langsung situs operator transportasi resmi sebelum membeli tiket.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan:
- Banyak tempat di kawasan pesisir dan pegunungan tutup lebih awal, jadi susun jadwal realistis.
- Beberapa lokasi wisata lebih nyaman diakses dengan bus lokal atau sewa mobil.
- Persediaan uang tunai tetap berguna di toko kecil dan kawasan pedesaan.
- Cek status keramaian dan jam operasional destinasi sebelum berangkat, misalnya lewat aplikasi pemantau lokasi wisata yang belakangan populer di kalangan pelancong.
Kapan Sebaiknya Berkunjung
Mie bisa dikunjungi sepanjang tahun. Musim semi dan gugur umumnya paling nyaman untuk berjalan kaki di area kuil dan pesisir, sedangkan musim panas cocok untuk wisata laut dan festival. Musim dingin lebih sepi, tetapi tetap punya daya tarik tersendiri, terutama untuk pertunjukan cahaya dan kuliner hangat.
Yang perlu diingat, kawasan wisata di Jepang bisa sangat ramai pada periode libur panjang. Jika memungkinkan, pilih hari kerja dan pesan akomodasi lebih awal.
Yang Perlu Disiapkan Sebelum Berangkat
Untuk wisatawan Indonesia, dokumen perjalanan tetap menjadi hal pertama yang harus dipastikan. Ketentuan visa dan syarat masuk Jepang dapat berubah, jadi selalu periksa informasi resmi dari kedutaan atau konsulat Jepang di Indonesia, serta laman resmi imigrasi Jepang. Jangan bergantung pada informasi lama yang beredar di media sosial, karena aturan bisa diperbarui sewaktu-waktu.
Setelah dokumen beres, sisanya tinggal menyusun rencana yang realistis: pilih dua sampai tiga kawasan utama, sisakan waktu untuk perjalanan antarkota, dan siapkan alternatif jika cuaca berubah. Dengan ritme yang tidak terburu-buru, Mie bisa memberi pengalaman Jepang yang terasa lebih personal, lebih tenang, dan tetap penuh kejutan di setiap perhentiannya.

Tentang Penulis
PuspaPuspa adalah bagian dari tim redaksi Japan Populer yang menyajikan informasi terbaru dan panduan seputar Jepang.
Lihat semua artikel →Berita Terkait
Berita Terbaru

Tokutei Ginou
Disnakertrans Buka Peluang Kerja ke Jepang
Kamis, 15 Oktober 2026 pukul 09.50

Bola
Perjuangan Berbuah Prestasi, Dua Atlet Lumajang Raih Tiga Medali di Jepang
Selasa, 13 Oktober 2026 pukul 01.42

Travel
Panduan Tempat Wisata Osaka untuk Itinerary Singkat Satu hingga Dua Hari
Selasa, 13 Oktober 2026 pukul 01.42







